Rangkuman Hasil Debat Capres Terakhir Pemilu 2024

0
393
Rangkuman Hasil Debat Capres Terakhir Pemilu 2024
Rangkuman Hasil Debat Capres Terakhir Pemilu 2024

Debat Capres (Calon Presiden) yang kelima sudah diselenggarakan pada Minggu, 4/2/2024.Debat kelima yang sekaligus menjadi Debat Capres terakhir yang diselenggarakan oleh KPU (Komisi Pemilhan Umum) dalam Pemilu 2024.

Acara ini berlangsung di JCC (Jakarta Convention Centre) yang dihadiri oleh ketiga pasangan Capres dan Cawapres. Pada Debat Capres ini berdiskusi tentang tema kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.

Debat kali ini dipandu oleh dua moderator ternama yaitu Andromeda Mercury dan Dwi Anggia. Acara debat ini melibatkan 12 panelis yang berasal dari kalangan akademisi, psikolog dan aktivis. Tugas panelis dalam debat ini adalah untuk menyusun pertanyaan di dalam Debat Capres ini.

Bagi kamu yang ingin menyaksikan langsung siaran ulang debat kemarin kamu dapat menonton di Vidio.com.

Rangkuman Debat Capres Final

Debat Capres terakhir ini berlangsung selama kurang lebih 4 setengah jam yang dibagi menjadi 5 segmen. Segmen pertama membahas tentang visi dan misi dari ketiga Capres.

Segmen kedua dan ketiga adalah segmen bagi Capres untuk mendalami visi, misi, dan program kerja masing-masing. Pada dua segmen ini, ketiga calon presiden memberikan jawaban terhadap pertanyaan acak yang disusun oleh panelis sesuai dengan tema debat.

Segmen keempat dan kelima adalah sesi tanya jawab antar capres. Terakhir, pada segmen keenam para capres menyampaikan pernyataan penutup dan kesimpulan hasil debat yang sekaligus menutup Debat Capres di Pemilu 2024.

Adapun rangkuman dari setiap segmen kamu dapat lihat di bawah ini!

Segmen 1: Penyampaian Program Kerja 

Penyampaian Program Kerja Capres dan Cawapres
Penyampaian Program Kerja Capres dan Cawapres – Sumber : Kumparan

Dalam acara debat final capres dan cawapres, Prabowo Subianto menjadi yang pertama menyampaikan program kerjanya, yang disebut sebagai “Strategi Transformasi Bangsa.” Fokus program ini adalah meningkatkan kemakmuran dan meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia.

Prabowo merinci program perbaikan gizi gratis untuk ibu hamil, balita, dan anak sekolah. Selain itu, ada rencana pembangunan rumah sakit dan puskesmas modern, peningkatan jumlah dokter, serta pemberian beasiswa sains dan teknologi untuk pelajar dalam negeri. Prabowo juga menegaskan niatnya untuk melanjutkan pembangunan di berbagai sektor.

Ganjar Pranowo kemudian menyampaikan program kerjanya, yang difokuskan pada peningkatan kesehatan, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Ia berkomitmen untuk mencapai pemerataan akses kesehatan di wilayah terisolir, meningkatkan akses pendidikan inklusif, terutama bagi wanita dan penyandang disabilitas.

Ganjar berencana untuk meninjau kembali Undang-Undang Cipta Kerja dan mempercepat digitalisasi infrastruktur, termasuk penyediaan internet cepat. Ganjar juga mengkritik konflik kepentingan di pemerintahan dan memberikan apresiasi terhadap keputusan Mahfud MD yang mundur dari kabinet.

Anies Baswedan, pada gilirannya, menyoroti program kerjanya yang berfokus pada perubahan. Ia menyatakan bahwa ketimpangan menjadi masalah utama di Indonesia dan perlu diatasi di berbagai sektor, seperti kesehatan, ketenagakerjaan, dan kebudayaan.

Anies berkomitmen untuk memastikan akses kesehatan yang cepat dan adil bagi semua kalangan. Serupa dengan Ganjar, Anies juga mengkritik etika pemerintah terkait penyaluran bantuan sosial (bansos), yang menurutnya cenderung dipolitisasi dan melanggar etika birkokrasi. Ia menyatakan “Bansos untuk kepentingan yang memberi tapi untuk kepentingan yang diberi.” Statement ini disambut dengan tepuk tangan penonton dari acara Debat Capres.

Segmen 2: Gagasan Tentang Pembangunan Manufaktur Teknologi 

Gagasan Tentang Pembangunan Manufaktur Teknologi 
Gagasan Tentang Pembangunan Manufaktur Teknologi  – Sumber : Detik News

Pada segmen kedua Debat Capres, para Capres membahas peningkatan anggaran dalam sektor kesehatan, teknologi informasi, dan kebebasan berbudaya. Dalam segmen ini, terlihat bahwa ketiga capres sering memberikan dukungan terhadap gagasan satu sama lain. Mereka menyepakati pentingnya meningkatkan kualitas kesehatan melalui peningkatan anggaran, sumber daya tenaga kesehatan, dan fasilitas kesehatan di daerah-daerah terisolir.

Diskusi juga mencakup isu perlindungan terhadap komersialisasi pelaku budaya dan seni. Secara bersamaan, ketiga capres menyatakan kesepakatan bahwa pelaku budaya dan seni harus dilindungi, dan negara harus turut campur dalam pembentukan birokrasi serta memastikan kebebasan berekspresi.

Ketika membahas pembangunan manufaktur produk teknologi dalam negeri, terdapat perbedaan solusi dari ketiga Capres. Anies Baswedan menekankan peningkatan investasi di sektor padat karya dan upaya meringankan birokrasi dalam pembangunan manufaktur. Selain itu, ia berupaya meningkatkan perlindungan intelektual industri manufaktur dengan melibatkan pelaku industri swasta dan BUMN.

Ganjar Pranowo cenderung memberikan dukungan pada perusahaan manufaktur teknologi Indonesia yang sudah eksis, sambil mengusulkan kemitraan dengan perusahaan teknologi luar negeri untuk membuka pabrik di Indonesia.

Di sisi lain, Prabowo Subianto mengambil langkah ambisius dengan memprioritaskan pembangunan pabrik manufaktur yang dianggap lebih menguntungkan. Selain itu, ia berkomitmen untuk mendidik siswa Indonesia dalam bidang saintek dan memberikan beasiswa.

Segmen 3: Ganjar Pranowo Memperkenalkan Program KTP Sakti

Ganjar Memperkenalkan KTP Sakti
Ganjar Memperkenalkan KTP Sakti – Sumber : Detik.com

Pada segmen ini, ketiga Capres membahas isu-isu kesejahteraan guru dan dosen, ketersediaan data disabilitas, dan perlindungan pekerja migran. Ada kesepakatan di antara mereka bahwa negara memiliki kewajiban untuk menjamin kesejahteraan guru dan dosen.

Anies Baswedan menekankan agar negara tidak pelit terhadap guru dan dosen, menganggap biaya pendidikan sebagai investasi, bukan beban. Prabowo Subianto juga menyoroti perlunya melindungi kesejahteraan guru, dengan kritik terhadap kebocoran alokasi dana pendidikan dan komitmen untuk meningkatkan audit alokasi dana guru. Ganjar Pranowo mendukung peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, serta berkomitmen untuk memperbaiki ketidakadilan gaji guru dan memudahkan proses sertifikasi guru.

Mengenai penyediaan data disabilitas, para capres sepakat untuk menyiapkan data dan anggaran. Anies Baswedan menyarankan menggandeng dinas sosial dan PKK setempat. Ganjar Pranowo menawarkan solusi melalui program KTP Sakti untuk menghimpun data disabilitas secara rinci.

Dalam perlindungan pekerja migran, ketiganya sepakat untuk menyediakan layanan darurat di kedutaan dan bekerja sama dengan aktivis pekerja migran untuk memahami akar permasalahan.

Segmen 4: Tanya Jawab Antar Capres 

Tanya Jawab Antar Capres
Tanya Jawab Antar Capres – Sumber : SCTV

Pada segmen keempat Debat Capres 2024, para Capres memasuki segmen pertama di mana mereka saling tanya jawab. Anies dan Ganjar membahas kasus pembagian bantuan sosial (bansos) yang dianggap dipolitisasi.

Anies menekankan bahwa bansos seharusnya diberikan kepada penerima tanpa memandang afiliasi politik, dan penting untuk memberikan bansos tanpa pamrih melalui jalur birokrasi yang tepat sasaran.

Ganjar setuju bahwa data pemberian bansos perlu diperbaiki, dan ia menegaskan bahwa pemberian bansos adalah hak rakyat yang harus dilakukan dengan tepat sasaran dan tepat waktu.

Ketika Prabowo dan Ganjar saling tanya jawab tentang program penanggulangan kasus stunting dan gizi buruk, Ganjar menyatakan bahwa program Prabowo untuk memberi makan anak-anak sebagai langkah pencegahan stunting dianggap kurang tepat.

Menurut Ganjar, stunting adalah kondisi yang bisa terjadi sejak bayi di dalam kandungan, dan ia mengindikasikan bahwa Prabowo mungkin salah memahami perbedaan antara stunting dan gizi buruk.

Ganjar menjelaskan bahwa memberi makan anak-anak lebih tepat sebagai pencegahan gizi buruk, bukan stunting. Intensitas debat meningkat sejenak dalam diskusi ini. Prabowo mengklaim bahwa Ganjar tidak memahami keseluruhan programnya. Ia menyatakan bahwa pada program yang ia buat juga memuat pemberian makan ibu hamil.

Segmen 5: Perdebatan Antar Ganjar dan Prabowo Soal Internet Gratis

Tangkapan Layar Perdebatan Antara Prabowo dan Ganjar
Tangkapan Layar Perdebatan Antara Prabowo dan Ganjar – Sumber : Liputan6

Pada segmen kelima, yang merupakan sesi tanya jawab terakhir antara para Capres, terjadi perdebatan antara Ganjar dan Prabowo terkait pernyataan kontroversial Prabowo tentang program internet gratis yang diusung oleh Ganjar-Mahfud.

“Bapak pernah menyampaikan bahwa orang yang menginginkan internet gratis itu, maaf ini Pak, otaknya lambat,” kata Ganjar. Ia lantas meminta penjelasan Prabowo soal pernyataannya itu.

Merespon pernyataan Ganjar, Prabowo mengklaim tidak bermaksud menyebut internet gratis merupakan program yang buruk.

“Saya setuju tapi jangan internet gratis lebih dipentingkan daripada makan gratis,” Sebut Prabowo.

Selain membicarakan tentang Internet Gratis, pada segmen ini juga membahas tentang tingginya biaya kuliah di dalam negeri dan kasus pinjaman online (pinjol) untuk kuliah, Ganjar dan Anies setuju bahwa negara harus turut terlibat dalam pembiayaan kuliah. Mereka menyadari pentingnya akses pendidikan tinggi yang terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, para calon presiden (capres) juga membahas urgensi kebutuhan dokter di dalam negeri. Baik Anies maupun Prabowo sepakat untuk mengirimkan para pelajar ke luar negeri agar dapat belajar kedokteran. Mereka juga setuju untuk membawa pendidik profesional dari luar negeri untuk mengajar di Indonesia. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat sektor kesehatan di dalam negeri dengan menghasilkan lebih banyak tenaga medis yang berkualitas.

Segmen 6: Kata – Kata Penutup Para Capres 

Pesan Penutup Dari Capres - Cawapres Nomor Urut 2
Pesan Penutup Dari Capres – Cawapres Nomor Urut 2 – Sumber : CNBC Indonesia

Pada segmen ini para capres menyampaikan penutup masing – masing.

Kata-kata penutup Anies Baswedan berfokus pada penegaskan kembali program kerja Anies-Muhaimin terkait perubahan. Ia menegaskan bahwa program kerja mereka berupaya untuk menghadirkan negara di setiap sektor sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat. Ia juga berjanji ingin mengabulkan setiap aspirasi dan saran yang ia kumpulkan selama berkeliling untuk kampanye. Anies juga berkomitmen untuk mendirikan pemerintahan yang berkeadilan dan welas asih.

Kata-kata penutup Prabowo Subianto berfokus pada pesan ajakan bersatu dan menekankan kembali program kerjanya. Melalui kesempatan ini Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf kepada KPU dan dua kandidat lainnya.

Kata-kata penutup Ganjar Pranowo berfokus pada penegasan kembali program kerja dan komitmen apabila terpilih sebagai presiden RI. Ia menyebut ada tiga janji yang akan ia lakukan jika terpilih. Pertama ia berjanji untuk taat kepada Tuhan, patuh kepada hukum, dan setia kepada rakyat. Kedua, Ganjar-Mahfud berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan di pemerintahan sebelumnya yang menyebabkan kemarahan rakyat. Ketiga, ia berjanji tidak akan mengecewakan rakyat yang menjadi detak jantung mereka sehingga perlu diberi akomodasi.

Dengan berakhirnya penyampaian kata – kata penutup dari ketiga capres, menandakan Debat Capres Final sudah berakhir.