Pura Pulaki : Pesona Pura di Ujung Bali Utara

0
75
Pura Pulaki
Pura Pulaki | Sumber : Pinterest @balipourvous

Pura Pulaki adalah sebuah pura yang terletak di ujung utara Pulau Bali. Pura ini merupakan salah satu Pura Kahyangan Jagat yang dipuja oleh seluruh umat Hindu di Bali. Tempat suci ini terkenal akan adanya populasi monyet ekor panjang yang mendiami hutan di sekitarnya dan juga keindahan alam yang memiliki keunikannya tersendiri. Kamu akan dapat juga melihat salah satu hewan langka di pura ini yaitu Jalak Putih.

Pura ini memiliki dominasi ornamen batu berwarna hitam. Suasana di sekitar pura juga sangat asri dan menawan. Berlokasi di lereng bukit, banyak tanaman hijau yang akan membuat kamu terpesona. Pura ini berada di pesisir pantai dan juga terdapat tebing di dekatnya, suasana tersebut akan membuat kamu merasa nyaman dan tenang saat berkunjung ke pura ini.

Masyarakat setempat juga menamai pura ini dengan nama Pura Petirtaan. Pura Pulaki termasuk dalam satu komplek dengan beberapa pura seperti Pura Melanting, Pura Kerta kawat, Pura Pabean, dan Pura Pemuteran.

Pada pura ini dilakukan pemugaraan oleh pemerintah setempat, sekaran Pura Pulaki sudah sangat megah dan luas dari sebelumnya. Umat Hindu yang bersembahyang di pura ini akan dapat melakukan persembahyangan dengan leluasa.

Karena letak yang strategis, pura ini sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan domestik untuk lebih mendalami kecantikan dan keunikan dari pura yang kental akan sejarah ini.

Cek juga >> Rekomendasi Tempat Wisata di Buleleng Bali 2023

Sejarah Pura Pulaki 

Sejarah pura ini berkaitan dengan kedatangan Dang Hyang Niratha ke Pulau Bali. Saat itu, Istri Danhyang Nirartha sedang dalam keadaan hamil besar, Dang Hyang Nirartha memrintahkan istrinya untuk tinggal di daerah Banyupoh dengan ditemani oleh Ida Ayu Swabawa dan para pengikutnya, sementara Dang Hyang Niratha melanjutkan perjalanannya ke timur. Tetapi, karena suaminya tidak kunjung datang kembali, Istri Danhyang Nirartha meminta kepada dewa agar diberi kehidupan yang abadi untuk tetap menunggu kepulangan dari Dang hyang Niratha.

Dewa mengabulkan permintaannya, namun dengan syarat yaitu wujudnya tidak tampak oleh manusia. Istri Danhyang Nirartha, Ida Ayu Swabawa dan para pengikutnya hidup abadi tetapi tidak terlihat oleh manusian biasa.

Tempat moksa istri dari Danhyang Nirartha kemudian dibangun sebuah Pura yang diberi nama Pura Pulaki sebagai tempat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Daya Tarik Pura Pulaki 

Keindahan alam menjadi daya tarik utama dari pura ini. Terdapat Bukit yang lumayan tinggi serta kamu akan melihat laut lepas yang berada di depan pura. Hidup juga berbagai fauna seperti kera dan juga jalak putih di destinasi religi ini.

Apabila kamu sedang mengunjungi Pura Pulaki pada saat piodalan, kamu akan melihat umat hindu melaksanakan rangkaian upacara keagamaan. Serangkaian piodalan dari pura ini jatuh pada Purnama Kapat, pada saat itu umat hindu akan memulai rangkaian persembahyangan dari Pura Pulaki, kemudian Pura Melanting dan Pura Kerta Kawat, lalu di Pura Pemutaran dan yang terakhir di Pura Pabean.

Lokasi 

Pura ini terletak Jl. Singaraja-Gilimanuk, Banyupoh, Kec. Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Kamu akan menempuh perjalanan selama 3 jam dengan jarak 120 km dari Denpasar. Pura ini terletak 51 Km sebelah barat dari Kota Singaraja. Walaupun lokasinya sangat jauh tetapi kamu akan terkesima dengan pemandangan dari tempat suci ini. Agar kamu tidak kebingungan mencari lokasi pura ini, berikut panduan Google Maps untuk menuju ke lokasi.

Harga Tiket Masuk

Apabila kamu berkunjung untuk berwisata ke Pura Pulaki, akan tidak dikenakan biaya sepeserpun. Namun, kamu harus mengikuti aturan dan harus menjaga tutur kata ataupun perbuatan di tempat suci ini.

Kamu tertarik mengunjungi Pura Pulaki yang kental dengan sejarahnya dan didukung oleh pemandangan alam yang indah ?

Semoga Bermanfaat !